Sabtu, 04 Mei 2013

Novel Coronavirus



Novel Coronavirus, Virus Baru
yang Mematikan
Baru-baru ini WHO (World
Health Organization)
melaporkan, 17 orang yang
berasal dari Arab Saudi,
Jordania, Jerman, dan Inggris,
meninggal dunia diakibatkan
virus Novel Coronavirus (NCoV)
jenis baru.

Apa itu Coronavirus?
Coronavirus adalah keluarga
besar virus, yang meliputi pilek
dan SARS (Severe Acute
Respiratory Syndrome) atau
sindrom pernafasan akut parah.
Namun, virus baru ini tidaklah
sama dengan SARS.
Coronavirus dapat menyebabkan
infeksi pernafasan pada manusia
dan hewan. Gejalanya ditandai
dengan demam, batuk, dan
kesulitan bernafas. Biasanya bisa
menyebabkan kematian jika virus
sudah mengakibatkan
pneumonia dan, kadang-kadang,
gagal ginjal.
Hingga di titik ini belum jelas
apakah infeksi virus ini dapat
menyebabkan penyakit yang
lebih parah lagi.
Bagaimana Penyebarannya?
Para ahli belum tahu darimana
virus ini berasal. Apakah
mungkin mutasi baru dari virus
yang sudah ada, seperti NCoV
yang dianggap sebagai jenis baru
dari coronavirua, atau infeksi
yang beredar pada hewan dan
menginfeksi manusia seperti yang
dikatakan teori sebelumnya.
Berdasarkan kasus-kasus yang
ada, para ahli percaya virus tidak
terlalu menular. Karena jika
demikian, pasti akan lebih
banyak lagi kasus seperti ini.
Hal ini didukung pernyataan
para ahli kesehatan masyarakat
di Inggris yang menekankan,
risiko terhadap populasi umum
masih sangat rendah.
Coronavirus cukup rapuh. Di
luar tubuh, mereka hanya dapat
bertahan hidup selama satu hari
dan mudah dihancurkan oleh
deterjen atau agen pembersih
biasa.
Apakah bisa diobati?
Dokter belum tahu apa
pengobatan terbaik untuk
menghancurkan virus ini.
Vaksinnya pun belum ada. Yang
pasti, orang dengan gejala berat
membutuhkan perawatan medis
intensif untuk membantu mereka
bernapas.
Selain itu, semua cara
pencegahan dan pengendalian
infeksi agar penyebaran virus ini
tidak sampai terjadi haruslah
dilakukan. Misalnya, mengisolasi
pasien dan memastikan semua
staf mengenakan peralatan
pelindung yang sesuai.
Hingga kini WHO belum
mengeluarkan keputusan
mengenai pembatasan
kunjungan negara. Jika kasus
kematian atau penularan
bertambah, mungkin baru akan
dipertimbangkan kembali.

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar